Harta Karun di Escurial dan Kenangan Sains Islam

Oleh: Muhammad Ridha

Ketika dunia islam sudah mulai berada di kubangan kekalahan dan kesulitan mendefinisikan diri di hadapan benua dan kebudayaan Eropa yang dulu pernah dianggapnya sebagai ‘panggung belakang’, daerah peri-peri dari suatu dunia maju di sekitar laut tengah, sebuah harta karun peninggalan sains Islam masih disimpan berdebu di perpustakaan Escurial. Tak dibuka-buka. Tak dibiarkan diakses dan diolah sebagai warisan intelektual penting untuk ilmu pengetahuan. Buku-buku yang pernah ditulis di hampir seluruh dunia Islam dan populer hingga ke Andalusia dan selamat dari pembakaran serta genosida kebudayaan di masa inkuisisi tersimpan di sini. Tersimpan seperti harta karun.

Orang-orang di Spanyol, dulu disebut Andalusia, mengalami pesta atas kemenangan dan keberhasilannya menyingkirkan Islam dan masyarakat Andalusia beragama Yahudi dari  semenanjung. Mereka begitu lama berada di dalam euphoria itu. Literasi berbau arab dihilangkan. Bahasa morisco dilarang. Ekspresi kebudayaan berbau arab-islam atau yahudi diberangus. Dilarang tumbuh dan dewan inkuisisi berkuasa sangat besar untuk menciptakan ketakutan akan disangka muslim atau masih mempraktikkan suatu tata cara hidup yang mirip dengan budaya arab akan dicurigai dan boleh jadi mendapat hukuman: orang dan buku-buku serta propertinya dibakar.

Kebiadaban semacam itu telah disaksikan dalam sejarah. Di bawah terang sejarah.

Seperti misalnya tragedy penghancuran bangsa dan kebudayaannya menjadi latar dari kisahDon Quixote de La Mancakarya Miguel de Cervantes yang ditulis tidak jauh dari peristiwa inkuisisi oleh gereja Spanyol ini. Peristiwa penghancuran buku dan orang-orangnya disebut Fernando Baez, penulis buku Penghancuran Buku dari Masa ke Masa(2012) sebagai bibliosida.[1]Peneliti literasi dan kepala perpustakaan nasional Venezuela ini memang menulis kisah penghancuran buku sepanjang sejarah manusia, tapi peristiwa penghancuran di Andalusia dianggapnya salah satu yang paling buruk dalam sejarah.

Etos penghancuran dan anti ilmu pengetahuan inilah yang membuat penguasa Spanyol bahkan tidak membuka warisan intelektual yang berabad dibiarkan tak bisa diakses di Escurial. Warisan kebudayaan amat penting mengenai salah satu fase paling cemerlang dalam sejarah Eropa, yang sungguh sayang terus ditutupi. Bahkan karena penelantaran, karya-karya yang jumlahnya ribuan, sebagiannya telah hancur terbakar oleh sebuah kebakaran hebat di tahun 1671 M dan menyisakan hanya sekitar 2000 judul saja.[2]Tapi artikel ini tidak sedang ingin meratapi bibliosida di sana, sebaliknya justru untuk mengenang yang terselamatkan di Escurial yang sungguh penting: sains Islam di dalam buku-buku koleksinya.

Inventaris Katalog Buku-buku di Escurial

Salah satu penulis sejarah yang menulis kisah Escurial dan koleksinya adalah Muhammad Abdullah Enan. Seorang sejarawan Mesir yang menulis subjek-subjek berkaitan dengan sains Islam, sejarah pertemuan Islam dan barat, dan subjek-subjek sejarah Islam lainnya. Kisah escurial ini ditulisnya di bukunya yang menarik mengenai hubungan timur barat dalam peristiwa-peristiwa sejarah penting. Enan menganggap terbukanya Escurial di abad

Baca juga:  Menulis Kembali Sejarah Islam

Perhatian pemerintah Spanyol atas karya-karya di Escurial baru terlihat Ketika dia mengundang seorang intelektual asal Suriah pada pertengahan abad ke-18 bernama Al Gassiri untuk mengkatalogisasi karya-karya koleksi di sana. Kalog Gazhirilah yang pertama-tama membuat inventaris, ulasan singkat mengenai judul buku, penulis dan subjek yang dibahas serta indekasasi  oleh buku tersebut. Setelah bekerja kurang lebih sepuluh tahun, hasil kerjanya mulai diterbitkan di tahun 1760 dengan judulBibliotheca Arabica-Hispana Escurialensis.

Katalogisasi manuskrip-manuskrip koleksi Escurial yang ditulis oleh Al-Gazhiri dimulai dengan subjek filologi yang terdiri atas No. 1-159. Kemudian puisi, jenis dan ilmunya terdiri atas no. 168-488; filsafat terdiri atas No. 489-705; etika dan politik yang terdiri atas No. 706-784; kedokteran dan ilmu pengetahuan alam terdiri atas 785-901; matematika, geometri dan astronomi terdiri atas No. 902-985; hukum, teologi dan ilmu al-Qur’an terdiri atas No. 986-1617; dan karya-karya Kristen terdiri atas No. 1618-1628. Semua ini ditulis dalam jilid pertama katalog Gazhiri.

Harus menunggu satu decade berikutnya, setelah meneliti lebih lanjut sisa manuskrip yang ada, jilid kedua diterbitkan. Karya kedua ini muncul dengan subjek pertama geografi terdiri atas No. 1629-1635 dan sejarah yang terdiri atas No. 1636-1851.

Katalog yang lebih lengkap baru ditulis kurang lebih seabad setelah Ghasiri menuliskan katalognya. Adalah Hartwig Direnbourg, seorang orientalis Prancis, dengan memegang mandat dari pemerintah Prancis yang kemudian menuliskan katalognya: Les Manuscrits Arabs de l’Escuriale (1884). Sayangnya, Direnbourg hanya bisa menyelesaikan katalognya sampai subjek N0. 788. Jilid satu katalognya terdiri atas karya-karya filologi, retorika, puisi, sastra, filsafat dari nomor 1-708. Sebagian kecil jilid kedua karyanya hanya terbit sebagian kecil dengan subjek etika dan politik pada No. 709-788 sebelum akhirnya tahun 1905 dia berpulang sebelum semuanya bisa diselesaikan. Pekerjaan yang ditinggal Direnbourg dilanjutkan oleh M. Levy-Provencal yang menerbitkan jilid ketiga dari katalog Escurial pada tahun 1928 yang terdiri dari tema teologi, geografi dan sejarah. Serta volume keempat yang terdiri atas 100 judul yang telah ditemukan dalam tumpukan manuscript Escurial di era Ghaziri tapi belum sempat dimasukkan dalam katalog Gazhiri.[3]

Jadi inventarisasi manuskrip-manuskrip di Escurial dilakukan hanya oleh dua gelombang penulisan saja. Pertama atas perintah pemerintah Spanyol, AL-Ghaziri ditunjuk menangani penulisan katalog manuskrip disana, kedua dilakukan oleh dua orang Prancis atas perintah pemerintah Prancis Direnbourg dan M Levy Provencal. Yang disebut belakangan ini adalah yang melanjutkan inventarisasi yang belum selesai dilakukan Direnbourg sepeninggalnya. Tapi meski hanya ditulis dua kali meski telah tersimpan sekitar beberapa abad, pada abad ke -18 ilmuwan barat sudah mendapat informasi berarti soal perkembangan keilmuwan di fase tertentu masyarakat Spanyol yang tak bisa dilepaskan dari peran bangsa Arab-Islam.

Baca juga:  Akurasi Sains Islam dan Kisah Ulugh Beg

Beberapa penulis yang mulai meneliti sejarah Spanyol dengan menggunakan sumber-sumber arab dari katalog Escurial adalah Andres dan Masdeu yang menulis Historica Criticala de Espana de la Cultura Espanolayang mengulas asal usul sejarah bangsa Mor, karakteristik kebudayaan Islam serta bidang-bidang pemikiran muslim. Penulis lainnya yang penting adalah Joseph Conde, seorang orientalis dan pustakawan akademi Madrid yang menulis Histoire de los Arabos en Espana(1810) juga Reinhart Dozy seorang orientalis dari Belanda menuliskan karyanya dari sumber-sumber arab Islam berjudul Histoire des Musulmans de l-Espagna jusqu’a la conqueta des I’Andalouise par les Almoravides.[4]

Kenangan Sains Islam

Pada tahun 2003, Boris A Rosenfeld, dan Ekmeleddin Ihsanoglu menerbitkan buku berjudul Mathematicians, Astronomers of Islamic Civilization and Their Works (7th-19thCentury). Keduanya adalah professor bidang sains dan sejarah. Menulis dan berkontribusi dalam banyak buku dan artikel. Boris[5]adalah seorang professor matematika dan sejarah yang menggeluti sejarah sains yang telah menulis kurang lebih empat puluh buah buku amat penting bagi sejarah sains dan tema-tema di sekitarnya yang berasal dari Uni Soviet (Rusia). Sementara Ihsanoglu adalah professor di fakultas sains Universitas Ankara, diplomat dan politisi dari Turki.

Kerja keduanya merekam jejak karya-karya sains islam sejak abad ke 7 sampai dengan abad 19 ini adalah kerja intelektual yang amat berarti bagi inventarisasi dan katalogisasi buku-buku mengenai Sains Islam dari masa awal hingga abad 19 dimana hamper seluruh dunia islam sedang mengalami kemunduran. Karya di atas adalah karya paling mutakhir dalam upaya menampilkan ke komunitas ilmuwan dunia mengenai kontribusi sains Islam bagi perkembangan sains modern dan bagaimana para ilmuwan islam berkontribusi atas persoalan-persoalan sains di masanya.

Kerja besar yang terbit menjadi buku sejarah sains islam berjudul Mathematicians, Astronomers of Islamic Civilization and Their Works (7th-19thCentury) pada 2003 ini sebenarnya jalannya telah dirintis oleh Boris dan partnernya G.P. Matvievskaya sesama sejarawan dari Uni Soviet pada tahun 80-an saat menerbitkan buku Mathematicians and Astronomers of Medieval Islamic and Their Works (8th-17thCentury). Buku ini diberi pengantar oleh ilmuwan Soviet A.P. Sushkevich dari Institute of History of Science and Technology, Moscow.[6]

Baca juga:  Bagaimana Kolonialisme Membenamkan Dunia Islam? Kisah Kesultanan Mughal dan Kesultanan Gowa

Buku bersama Boris dan Ihsanoglu ini adalah survey atas subjek-subjek sains islam di 297 perpustakaan yang ada di 50 negara. Surveynya menunjukkan ada 1711 manuskrip dengan judul dan nama penulis yang jelas dan 1.376 manuskrip dengan judul dan isi yang jelas tetapi tidak diketahui penulisnya. Perpustakaan di wilayah Turki ada 25 buah di beberapa kota dan terbanyak di Istanbul. Terdiri atas karya-karya berbahasa Arab, Persia, Syiria, Sansekerta, Tajiki, Urdu, Turki Kuno, Tatar, usbek dan Bahasa-bahasa Asia lainnya.[7]Semua karya-karya yang dihimpun dalam katalog dan ulasan di buku Boris dan Ihsanoglu memberi impuls bagi lebih banyak ilmuwan menulis lagi kontribusi sains dan ilmuwan Islam dalam perkembangan sains modern yang menghidupi kita saat-saat ini. Naskah ini seperti mengulang kerja Ghaziri dua abad lebih yang lampau saat membuat katalog atas karya Escurial dan menggerakkan sejumlah ilmuwan menulis dan merujuk lagi karya berbahasa arab dan Bahasa Asia lainnya seperti Masdeu, Conde dan Cozy dari Eropa beberapa saat setelah katalog karya-karya di Escurial diluncurkan Ghaziri.

Bagaimana dengan katalog Boris dan Ihsanoglu yang juga merujuk sebagian karya dari Escurial dalam klasifikasi karya sains islam sejak abad ke-7 sampai abad 19? Setidaknya John Freely, seorang ahli sejarah sains dari universitas Marmara, yang paling menikmati dan tergerak menulis buku penting mengenai sejarah sains islam dan perannya atas pembentukan dunia barat yang terbit setelah tujuh tahun katalog Boris dan Ihsanoglu itu terbit. Buku yang membunyikan lagi kenangan Escurial dan sains Islam: Light From The East- How Islamic Acience Helped Shape The Western World. Wallahu a’lam bi sawab

Daftar Pustaka

[1]Fernando Baez Penghancuran Buku dari Masa ke Masa(Jakarta: Marjin Kiri; 2012) Hal. 5

[2]Muhammad Abdullah Enan Momen-Momen Menentukan dalam Sejarah Islam Peristiwa-peristiwa Penting Pertemuan Awal Timur dan Barat(Jakarta: Alvabet; 2022) hal. 308

[3]Ibid. Hal. 316

[4]Enan, IbidHal. 310-313

[5]A. D. Aleksandrov, S.S. Deminov, A.T. Grigoryan, G.P. Matvievskaya dan S.S. Shirazhdinov dan A.P. Yushkevich Boris A. Rozenfeld: On The 70thAnniversary of His BirthJurnal Historia Matematic: (1988) Hal. 1

[6]IbidHal. 1-2

[7]John Freely Light From The East- How Islamic Acience Helped Shape The Western World.

(London; I.B. Tauris & Co Ltd: 2010) Hal. 6 dan hal 401

0%