Oleh: Muhammad Ridha

Sungguh tak mudah membayangkan seandainya nabi tak memilih hijrah ke Madinah, tak mempertimbangkan keamanannya di Makkah, dan tetap tinggal. Jika menaati alur sejarah kisahnya mungkin akan berakhir di Makkah sebelum Islam dinubuwatkan sepenuhnya. Tentu Islam tak akan menjadi seperti yang sampai kepada kita: dikaruniai Qur’an suci sebagai panduan, detil hidup nabi dijadikan referensi, tauladan para sahabat yang kisahnya menembus waktu. Waktu manusia yang nisbi.

Hijrah, pada akhirnya bukan hanya vital menyelamatkan agama Allah dan menyelamatkan nabi-Nya, hingga sampai kepada kita. Tapi juga menjadi cara hidup: untuk keluar dari masalah, untuk lepas dari kubangan dosa dan maksiat, untuk bersabar menyusun siasat membangun masyarakat setara, untuk kemudian membangun peradaban, maka berhijrahlah.

Baca juga:  Desa Hilang, Tambang dan Lubang Menyerang

Meski perannya krusial, seorang sejarawan Barat, John Freely menyebutkan dalam bukunya yang sungguh menarik Cahaya Dari Timur: Peran Peradaban dan Sains Islam terhadap kebudayaan Barat (2006) dengan tak cukup. Kalender Islam disebutnya dimulai ketika nabi Muhammad melarikan diri ke Madinah. Tentu saja peristiwanya bukan sekedar ‘melarikan diri’ tapi pergi menyelamatkan misi keadaban.

Sejarah Islam diisi dengan cerita hijrah dan keadaban. Jika saja Abdurrahman, seorang anak muda keturunan dinasti Umayyah, tidak lari menuju Magribi lalu menyebrang ke Andalusia lalu memimpin transformasi Andalusia menuju suatu yang oleh Maria Rosa Menocal (2008) “Sepotong Surga di Andalusia”.

Khalifah Al-Mansyur, saat akan membangun suatu masa depan dunia Islam yang disebut The Golden Age di abad-abad setelahnya, istana dipindah ke Bagdad. Beliau hijrah. Lalu Islam tumbuh di sana. Meneduhi abad-abad yang sungguh menawan di bawan pemerintahan dinasti Abbas. Tumbuh kota-kota: Baghdad, Kufah atau Basra. Lahirlah Baitul Hikmah. Ilmu pengetahuan lahir bak cendawan di musim penghujan. Menyempil di antara sembab. Menjadi bejana tumbuhnya intelektualitas dan kecendekiaan.

Baca juga:  Dunia yang Dilingkari Buku-buku

Kisah-kisah hijrah ini membuat sejarah diisi oleh girah dan api perubahan. Transformasi terus menerus. Bukan stagnasi dan pasifitas. Bukan sekedar menunggu keajaiban jatuh, tapi mengupayakannya dengan seluruh upaya sejarah yang mungkin. Membuat Islam menyala di mana-mana di penjuru-penjuru jauh: menjadi api sejarah.

Selamat memasuki bulan suci Ramadan.

Komentar Pembaca CaraBaca

BUKU TERBITAN CARABACA.ID

Melawan Rezim Infrastruktur - Studi Ekonomi Politik

Sebagai cara untuk tetap waras dan terus melanggengkan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan, CaraBaca terus memproduksi wacana alternatif  dengan menulis, membaca, diskusi, dan mengorganisir akar rumput.
BELI PRDOUK KAMI SEBAGAI DUKUNGAN
close-link
0%